
ZOOM NEWS GAYO LUES — Program pemerintah berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan dari masyarakat. Namun, di balik dukungan tersebut, muncul harapan agar pengelolaan program MBG tidak sepenuhnya diserahkan kepada pihak sekolah.
“Kami tetap mendukung program pemerintah tentang MBG. Program ini sangat baik untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Tetapi kami tidak setuju kalau MBG itu dikelola oleh sekolah,” ujar salah seorang masyarakat yang meminta agar nama dan identitasnya tidak disebutkan.
Menurutnya, program MBG seharusnya dikelola secara profesional dengan melibatkan pihak yang memiliki kemampuan dalam penyediaan, pengolahan, serta distribusi makanan bergizi. Dengan demikian, kualitas makanan, kebersihan, keamanan pangan, hingga ketepatan distribusi dapat lebih terjamin.
Ia menilai, sekolah sebaiknya tetap fokus pada tugas utamanya dalam memberikan pendidikan kepada para siswa. Sementara urusan penyediaan makanan MBG dapat ditangani oleh dapur atau pengelola khusus yang memenuhi standar dan ketentuan pemerintah.
“Kami bukan menolak MBG. Justru kami mendukung agar program ini berjalan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak. Hanya saja, pengelolaannya harus tepat supaya tujuan program tidak melenceng,” katanya.
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan dan pemenuhan gizi anak, pengelolaan MBG melalui dapur khusus juga dinilai berpotensi membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, mulai dari tenaga pengolahan makanan, distribusi, hingga kebutuhan pendukung lainnya.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah terus melakukan evaluasi dan mendengarkan masukan dari berbagai pihak agar pelaksanaan MBG semakin efektif, transparan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Intinya, masyarakat tidak menolak MBG. Yang diharapkan adalah pengelolaan yang profesional, tepat sasaran, dan tidak membebani tugas utama sekolah.(Amin lingga,).




















