
Zoom news GAYO LUES – Harapan baru bagi kebangkitan ekonomi masyarakat melalui sektor perkebunan kopi mulai digaungkan di Kabupaten Gayo Lues. Semangat tersebut diwujudkan melalui peluncuran dan penanaman perdana kopi GERETEK (Gerakan Restorasi Ekonomi Kerakyatan) yang dijadwalkan pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Program ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan potensi perkebunan kopi yang dimiliki masyarakat Gayo Lues.
Said Sala, S.M., M.AP., Kepala Bidang Kelembagaan, Sarana dan Prasarana pada Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, turut menjadi bagian dari momentum peluncuran dan penanaman perdana kopi GERETEK tersebut.
Kopi Bukan Sekadar Komoditas, tetapi Harapan Masa Depan
Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian, kopi bukan sekadar tanaman perkebunan. Di balik setiap bibit yang ditanam, tersimpan harapan akan kehidupan yang lebih baik, peningkatan pendapatan keluarga, serta masa depan yang lebih sejahtera bagi generasi mendatang.
Melalui GERETEK, potensi perkebunan kopi diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, terutama apabila didukung dengan pendampingan, penguatan kelembagaan petani, ketersediaan sarana dan prasarana, serta akses pemasaran yang memadai.
Penanaman perdana ini juga menjadi simbol pentingnya membangun ekonomi dari bawah, dengan menjadikan masyarakat sebagai bagian utama dalam proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.
Mendorong Ekonomi Kerakyatan yang Berkelanjutan
Kabupaten Gayo Lues memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan untuk mendukung sektor perkebunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, kopi berpeluang memberikan nilai tambah, membuka kesempatan usaha, serta memperkuat perekonomian lokal.
GERETEK diharapkan tidak berhenti pada seremoni peluncuran dan penanaman bibit semata. Keberlanjutan program, perawatan tanaman, peningkatan kualitas hasil panen, serta dukungan terhadap petani menjadi bagian penting agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan gerakan ini tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap pendapatan petani, terbukanya peluang usaha, dan tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat.
Dengan semangat GERETEK, harapan untuk menjadikan kopi sebagai salah satu penopang ekonomi kerakyatan di Gayo Lues diharapkan semakin terbuka. Sebab, dari satu bibit yang ditanam hari ini, dapat tumbuh harapan besar bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan.(Amin lingga)




















