
BLANGKEJEREN — Tak ingin terus menyaksikan jalan berlubang menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan, pengurus Muhammadiyah Kabupaten Gayo Lues mengambil langkah nyata. Dengan semangat kepedulian dan gotong royong, mereka turun langsung menambal lubang-lubang jalan di seputaran Tugu Kota Blangkejeren yang selama ini dikeluhkan karena kerap menjadi lokasi kecelakaan.
Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, sekaligus upaya mencegah jatuhnya korban akibat kondisi jalan yang membahayakan pengendara.
Di tengah kesibukan dan aktivitas masyarakat, lubang-lubang di sekitar tugu kota itu menjadi persoalan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Kondisi jalan yang rusak berpotensi membuat pengendara kehilangan keseimbangan, terutama pengendara sepeda motor yang harus ekstra waspada saat melintas.
Tergerak oleh kondisi tersebut, pengurus Muhammadiyah Gayo Lues memilih untuk tidak tinggal diam. Mereka bergotong royong menambal bagian jalan yang berlubang sebagai langkah nyata untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gayo Lues, bersama Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gayo Lues, Ketua MDMC Muhammadiyah Gayo Lues, serta sejumlah anggota pengurus lainnya.
Dengan peralatan dan bahan seadanya, mereka bahu-membahu memperbaiki jalan yang berlubang. Aksi ini menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap keselamatan sesama tidak selalu harus menunggu langkah besar, tetapi dapat dimulai dari tindakan sederhana yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Muhammadiyah juga mengingatkan soal kendaraan besar
Selain melakukan penambalan jalan, pengurus Muhammadiyah Gayo Lues turut mengimbau masyarakat, khususnya pemilik dan pengemudi kendaraan berukuran besar, agar tidak memarkirkan kendaraannya di seputaran Tugu Kota Blangkejeren.
Imbauan tersebut disampaikan karena daya dukung atau kemampuan jalan di kawasan itu dinilai tidak memadai untuk menahan beban kendaraan besar yang parkir di lokasi tersebut. Beban berlebih dikhawatirkan dapat memperparah kerusakan jalan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Masyarakat diharapkan dapat memahami kondisi tersebut dan bersama-sama menjaga fasilitas umum demi kepentingan bersama.
Aksi gotong royong ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama. Kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan agar kerusakan jalan tidak terus menjadi ancaman yang berulang bagi para pengendara.
Muhammadiyah Gayo Lues berharap langkah kecil yang mereka lakukan dapat menggugah kepedulian berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk bersama-sama memperhatikan kondisi infrastruktur jalan.
Sebab, di balik setiap lubang di jalan, ada risiko yang mengintai. Dan di balik setiap upaya memperbaikinya, ada harapan agar masyarakat dapat melintas dengan lebih aman tanpa dihantui kekhawatiran akan kecelakaan.(Amin lingga).




















