HUT Pidie ke-515 Digelar Meriah, Musibah Alue Pigoe Justru Menguji Seberapa Jauh Pemerintah Hadir untuk Rakyat

ZOOM NEWS

- Redaksi

Minggu, 20 September 2026 - 21:20 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIGLI – Gegap gempita perayaan hari jadi Pidie ke-515 dipenuhi sorak-sorai dan deretan pesta yang memanjakan mata. Namun di sela hingar-bingar itu, ada sepenggal kenyataan pahit yang layak menjadi catatan kritis: ribuan keluarga di Alue Pigoe justru kehilangan mata pencaharian saat kamp kerja mereka hangus dilahap api pada hari yang sama.

Peristiwa kebakaran hebat terjadi di kawasan bukit Alue Pigoe bertepatan dengan kemeriahan ulang tahun Pidie, Minggu (15/9). Asap tebal dan kobaran api menghapus habis harapan para buruh harian yang selama ini menyambung hidup dari tempat tersebut. Ribuan kepala keluarga—ayah, suami, anak, dan pencari nafkah—pulang dengan tangan hampa, wajah tertunduk, disambut keheningan pilu dari keluarga yang menanti di rumah.

Pertanyaannya, di mana perhatian pemerintah daerah? Bagaimana mungkin, pada hari yang diperingati penuh simbol kebesaran, ada ribuan warga yang justru menangis, kehilangan pijakan hidup, tanpa kejelasan masa depan? Apakah euforia pesta dan panggung pertunjukan bisa membungkam air mata yang jatuh di kamp pekerja?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta ini melukiskan ironi tajam. Pemerintah dan masyarakat Pidie merayakan usia yang semakin dewasa, namun apakah benar kedewasaan itu mewujud dalam kepekaan sosial? Saat satu sisi berkilauan lampu pesta, sisi lain membara oleh musibah yang luput dari kepedulian bersama.

Siapa yang harus bertanggung jawab? Rencana jangka pendek dan bantuan darurat mesti segera dijawab dengan tindakan konkrit, bukan sekadar pidato simpati yang berhenti di ruang-ruang rapat. Pemerintah wajib hadir, bukan hanya sebagai figur upacara, tapi sebagai pengayom dan pelindung rakyatnya. Harus ada evaluasi menyeluruh terkait mitigasi dan perlindungan pekerja di kawasan rawan bencana, serta jaminan keberlanjutan ekonomi bagi keluarga yang terdampak.

Kapan masyarakat Alue Pigoe akan benar-benar mendapat tempat dalam narasi besar pembangunan Pidie? Jika momentum ulang tahun ini tidak dijadikan refleksi untuk memperkuat empati dan mengutamakan keadilan sosial, maka perayaan umur hanyalah rangkaian angka tanpa makna. Kebesaran sebuah daerah tidak hanya dilihat dari besarnya perayaan, tetapi dari ketulusan merangkul semua warganya, terutama mereka yang jatuh saat yang lain berpesta.

Semoga tangisan yang membekas di Alue Pigoe hari ini menjadi peringatan keras: Pidie tidak bisa besar sendirian, Pidie hanya akan mulia jika semua anak negerinya merasa dihargai, dilindungi, dan didengarkan. Selamat ulang tahun Pidie ke-515, semoga umur panjang juga diikuti hati yang lebih peka bagi semua warganya. (*)

Berita Terkait

Keuchik Gampong Tgk. Laweung Buka Suara soal Yayasan Jabal Ulum Pidie: Dugaan Pelecehan Diminta Diusut Tuntas, Anak-anak Harus Dipulihkan
Dari Hutan Geumpang hingga Pasar Emas, Warga Desak Penegak Hukum Membongkar Seluruh Dugaan Rantai Bisnis PETI yang Selama Ini Beroperasi
KM 17–18 Pernah Ditertibkan, Alat Berat Dibakar, Namun Tambang Emas Ilegal Geumpang Disebut Kembali Beroperasi
Polemik Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Mencuat di TikTok, Warganet Pertanyakan Penertiban hingga Dugaan Setoran
Desakan Bongkar Aktor Tambang Ilegal Geumpang Menguat, Wakil Bupati Disinggung Warganet, LLA Minta Alat Berat Ditelusuri
Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie Kian Menggempur Kawasan, Alat Berat Terus Beroperasi, LLA Akan Laporkan ke Polda Aceh
Lubang Tambang Emas Ilegal Menjadi Perangkap Maut di Geumpang, Negara Didesak Menghentikan Aktivitas yang Membahayakan Warga
Polres Pidie Gelar Upacara Hari Juang Polri, Kobarkan Semangat Pengabdian dan Keteladanan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:30 WIB

PW GP AL WASHLIYAH DKI JAKARTA Apresiasi Kapolda Metro Jaya Buka Akses Pengaduan Langsung, Bukti Komitmen Polri Bersama Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 - 17:14 WIB

Karhutla Kaltim Diantisipasi dari Hulu ke Hilir, Pengamat Apresiasi Strategi Pangdam VI/Mulawarman

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Pengamat: Putusan Pengadilan Jadi Rujukan, Jangan Lagi Kaitkan Budi Arie dengan Kasus Judi Online

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:24 WIB

Indonesia Menjadi Tempat yang Tidak Ramah dan Aman ke Semua Insan Pers

Kamis, 30 Maret 2023 - 19:21 WIB

Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Berita Terbaru