Karhutla Kaltim Diantisipasi dari Hulu ke Hilir, Pengamat Apresiasi Strategi Pangdam VI/Mulawarman

ZOOM NEWS

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026 - 17:14 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pengamat Sosial dan Politik, Dedi Siregar, mengapresiasi langkah Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono dalam memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Menurut Dedi, kesiapan Kodam VI/Mulawarman mengerahkan sebanyak 5.448 personel untuk mendukung penanganan Karhutla di seluruh kabupaten/kota di Kaltim merupakan langkah taktis yang menunjukkan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Ribuan personel yang disiapkan Kodam VI/Mulawarman merupakan langkah taktis dalam menangani Karhutla. Langkah ini tentu patut kita apresiasi karena penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan personel dan koordinasi yang kuat di lapangan,” kata Dedi Siregar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pencegahan menjadi kunci. Jangan sampai kita baru bergerak setelah api membesar. Deteksi dini dan patroli di wilayah rawan harus diperkuat sehingga potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani,” ujar Dedi.

Ia juga mengapresiasi rencana penyiapan posko terpadu hingga tingkat desa dan kelurahan untuk mendukung patroli rutin serta deteksi dini Karhutla.

Dedi menilai kesiapan ribuan personel menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat respons di lapangan, terutama ketika menghadapi kondisi Karhutla yang membutuhkan mobilisasi personel dan koordinasi lintas sektor.

“Setelah api berhasil dikendalikan, pekerjaan belum selesai. Harus ada rehabilitasi lahan dan ekosistem serta evaluasi agar penanganan berikutnya dapat dilakukan lebih baik dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku,” jelasnya.

Dedi menambahkan, keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya bergantung kepada satu institusi. Diperlukan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, sektor swasta, serta masyarakat.

“Langkah-langkah strategi penanganan yang dipaparkan Pangdam VI/Mulawarman sangat kita apresiasi. Apalagi penanganan Karhutla dilakukan secara lintas lini bersama jajaran Polda Kaltim, Pemprov Kaltim, BPBD, Manggala Agni, sektor swasta, dan masyarakat,” tutur Dedi.

Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga penanganan Karhutla di Kalimantan Timur tidak hanya berorientasi pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mengedepankan pencegahan, kesiapsiagaan, perlindungan masyarakat, serta pemulihan lingkungan.

“Semua pihak harus bergerak bersama. Karhutla adalah persoalan yang membutuhkan kerja kolektif, sehingga koordinasi dari tingkat provinsi sampai desa harus terus diperkuat,” pungkas Dedi Siregar.

Berita Terkait

Diskusi Publik Payung Pemuda Demokrasi, Menyoroti Pemerataan Akses dan Kualitas Pendidikan di Indonesia
PW GP AL WASHLIYAH DKI JAKARTA Apresiasi Kapolda Metro Jaya Buka Akses Pengaduan Langsung, Bukti Komitmen Polri Bersama Masyarakat
Pengamat: Putusan Pengadilan Jadi Rujukan, Jangan Lagi Kaitkan Budi Arie dengan Kasus Judi Online
Indonesia Menjadi Tempat yang Tidak Ramah dan Aman ke Semua Insan Pers
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka

Jumat, 11 September 2026 - 16:36 WIB

Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Aceh Gelar Upacara Penyucian Tunggul dalam Rangka HUT Pasukan Pelopor ke-67

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:54 WIB

7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK

Berita Terbaru